Home » Sertifikasi Prima 2

Sertifikasi Prima 2

Keamanan pangan menjadi hal yang sangat penting di dalam ketahanan pangan, karena dapat berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap kualitas SDM. Mengingat pentingnya keamanan pangan tersebut maka FAO/WHO International Conference On Nutrition (Deklarasi Roma) tahun 1992 telah mendeklarasikan bahwa memperoleh makanan yang cukup, bergizi, dan aman adalah hak setiap manusia. Demikian juga halnya hasil dari Word Food Summit tahun 1996 di Roma WHO dan FAO sepakat bahwa keamanan pangan (food) safety) merupakan salah satu komponen dari ketahanan pangan ( food scurity).

Tujuan utama penanganan keamanan pangan bukan hanya dari segi perdagangan semata, namun sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk yang diakibatkan oleh konsumsi pangan yang tidak aman. Untuk mendukung penanganan keamanan pangan, telah ada beberapa ketentuan sebagai payung hukum seperti UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, dan peraturan-peraturan lain beserta turunannya. Tugas pemerintah melakukan pengaturan, pembinaan dan pengawasan pangan seperti yang tercantum pada UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan bertujuan untuk : 1) tersedianya pangan yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi bagi kepentingan kesehatan manusia, 2) terciptanya perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab dan, 3) terwujudnya tingkat kecukupan pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain ketentuan tersebut di atas, telah pula dikeluarkan beberapa peraturan Menteri Pertanian (Permentan) dalam penanganan keamanan pangan segar seperti :

  1. Permentan Nomor 381/Kpts/OT.140/10/2005 tentang pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner Unit Usaha Pangan Asal Hewan
  2. Permentan Nomor 38/Permentan/OT.340/8/2009 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 51/ Permentan/OT.140/10/2008 tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan
  3. Permentan nomor 27/Permentan/PP340/5/2009 tentang Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan,
  4. Permentan nomor 20/Permentan/OT.140/2/2010 tentang Sistem Jaminan Mutu Pangan Hasil Pertanian.

Dalam Upaya meningkatkan daya saing produk agribisnis dalam perdagangan domestik dan internasional, penerapan sistem jaminan /manajemen mutu dan keamanan pangan produk (food safety) agribisnis terutama untuk produk segar adalah sangat penting dan menjadi suatu keharusan. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kesadaran konsumen semakin meningkat terhadap keamanan pangan produk terutama produk segar, yang semakin mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk yang memenuhi standard mutu dan keamanan pangan.

Standard kualitas produk ditunjukkan dengan suatu lisensi yang dikeluarkan oleh lembaga yang berkompeten, sehingga kelayakan kualitas produk terkait dapat dipercaya. Proses untuk memperoleh lisensi bahwa produk terkait dinyatakan memenuhi standard mutu dan keamanan pangan adalah melalui sertifikasi. Penilaian yang diilakukan dalam sertifikasi prima-3 adalah terhadap pelaksanaan pertanian yang baik (GAP) sehingga produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.

Tujuan dilakukan sertifikasi produk pangan hasil pertanian segar adalah :

  1. Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk pangan buah dan sayur segar yang dikonsumsi memiliki mutu baik dan aman untuk dikonsumsi.
  2. Meningkatkan daya saing produk, sehingga produk yang dihasilkan memiliki posisi tawar yang lebih baik.
  3. Meningkatkan perekonomian para pelaku usaha buah dan sayur segar dan wilayah.


 

Download Formulir: