Home » Uncategorized » Pengawasan PSAT Agustus 2015

Pengawasan PSAT Agustus 2015

Pengawasan Agustus 15

Sesuai ruang lingkup UPT. Pengawasan dan Sertifikasi Hasil Pertanian (UPT. PSHP) selaku OKKP-D Provinsi Jawa Timur pada tanggal 04 Agustus 2015 yang bertepatan hari Selasa telah melakukan kegiatan Pengawasan PSAT dan pengambilan contoh dari beberapa supermarket terbesar di Surabaya seperti Superindo, Carrefour, dan Hypermart. Sampel yang diambil disini berupa sayur, sayur kemasan, rempah-rempah, beras, dan biji-bijian. Kegiatan ini rutin dilakukan satu bulan sekali. Tujuan diadakannya pengawasan dan pengambilan contoh ini yaitu untuk mengarahkan masyarakat agar sadar akan pangan bermutu dan terjamin. Sehingga masyarakat terlindungi dengan mengkonsumsi produk pangan segar yang aman dan bermutu.

Ada beberapa komoditas yang belum terdaftar di OKKP-D setempat dan ini adalah sebagian problema besar yang ditemukan dalam pasaran yaitu pangan segar asal tumbuhan. UPT. PSHP melampirkan keterangan berita acara pemeriksaan untuk pihak supermarket agar produk-produk yang diedarkan di pasaran segera didaftarkan di OKKP-D setempat. Apabila produksi/pengemasan di Jawa Timur, produk-produk tersebut dapat didaftarkan melalui OKKP-D Provinsi Jawa Timur. Juga untuk beras-beras yang dijual di pasaran dimintai fotokopi surat/sertifikat dan nomor pendaftarannya untuk membuktikan keaslian sertifikat tersebut.

Selain itu terdapat pula saran dari UPT. PSHP agar dari pihak supermarket untuk menyampaikan kepada produsen tentang UU Perlindungan Konsumen bahwa varietas itu tidak untuk menjadi merk. Ada pula buah impor dari luar harus dimintai untuk mengurus surat izin edarnya di Kementrian Pertanian guna keperluan nomor Kemtan RI PL. Meskipun banyak bahan hasil pertanian yang bermerk lokal maupun luar negeri termasuk pangan segar yang harus terdaftar. Adapula buah dan sayuran segar yang dijual di supermarket disarankan kepada distributor agar para suplier/petani dapat mengikuti sertifikasi prima sebagai sertifikat jaminan mutu keamanan pangan. Setelah mengikuti sertifikasi, petani dapat melabel buah/sayur terkemas sesuai label prima 3/2 yang berarti aman dari residu pestisida.

Ditemukan juga buah atau sayur yang sudah menjamur berarti tidak layak jual diminta agar pihak supermarket menurunkan dari display. Sebaiknya untuk pihak supermarket lebih memperhatikan kondisi pangan segar asal tumbuhan agar konsumen saat membeli tidak curiga dan lebih mempercayai bahwa aman untuk dikonsumsi.

Dari berbagai masalah diatas,dapat disimpulkan bahwa pangan segar asal tumbuhan itu tidak hanya sekedar terlihat hijau sehat serta segar. Walaupun diedarkan supermarket atau swalayan, tetapi keamanan dari mutu sebuah produk pangan juga harus ikut dipertanyakan apakah jaminan sertifikat atau logo beserta surat-suratnya asli atau palsu. Sehingga diperlukan penerangan untuk masyarakat tentang betapa pentingnya keamanan pangan. Seperti yang tertuang dalam UU No. 18 tahun 2012 tentang “Pangan” bahwa keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungknan cemaran secara biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan manusia. Jaminan keamanan pangan yaitu jaminan bahwa pangan yang kita konsumsi tidak akan menimbulkan masalah. Jadi, sebagai konsumen kita harus cermat dalam memilih produk pangan. Tidak hanya konsumen, distributor pun harus paham bagaimana memasarkan produk-produk yang aman bagi konsumen. Sudahkah anda mengkonsumsi pangan yang bermutu? Ingat sehat itu mahal.

You must be logged in to post a comment.