Home » Keamanan Pangan » Isu Residu Hidrogen Peroksida

Isu Residu Hidrogen Peroksida

H2O2

Di Surabaya, beberapa waktu lalu Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggerebek gudang tempat pengolahan bahan pangan berupa ketumbar yang dicampur dengan bahan kimia berbahaya seperti Hidrogen Peroksida (H202), kaporit dan soda api di Gudang PT. SLBP, Jalan Kalianak Madya IV No.30, Surabaya, Jawa Timur. Ketiga zat ini sebenarnya bukan untuk makanan. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Indarto menyatakan zat kimia yang digunakan untuk membersihkan bumbu dapur tersebut lazim digunakan untuk non konsumsi. Kaporit yang memiliki kode kimia CaCl (OCl) ini biasanya digunakan untuk menjernihkan air.Sedangkan hidrogen peroksida (H2O2) biasanya dipakai sebagai zat pengelantang pada industri pulp, kertas, dan tekstil. Senyawa ini juga biasa dipakai pada proses pengolahan limbah cair, industri kimia, pembuatan detergen, medis, serta industri elektronika (pembuatan PCB). Zat lain yang lebih fatal adalah soda api atau natrium hidroksida (NaOH). Soda api biasa digunakan untuk membersihkan lantai dan kloset. Jika terkena kulit, cairan itu langsung beraksi dan menimbulkan gatal serta luka bakar di permukaan kulit. Soda api termasuk dalam zat kimia berbahaya. Dijelaskan Indarto, ketiga zat kimia itulah yang dipakai pelaku untuk membuat ketumbar yang awalnya berwarna kecokelatan menjadi lebih bersih.
Pengolahan bahan pangan yang dicampur bahan kimia termasuk dalam unsur pidana yakni Pasal 55 huruf d junto Pasal 21 huruf a,b,c,d,e dan atau Pasal 55 huruf a junto Pasal Delapan Undang-Undang RI Nomor: 7 Tahun 1996 jo. Undang-Undang RI Nomor: 18 Tahun 2012 tentang Pangan.Dengan Sanksi Hukuman Penjara paling lama lima tahun dan atau denda paling banyak Rp. 600 juta.Untuk mewaspadai isu tersebut, lebih lanjut akan dikupas tuntas apa dan bagaimana sebenarnya Hidrogen Peroksida.

MENGENAL HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2)

Sifat fisik dan kimiawi

Hidrogen peroksida mempunyai sifat fisik: berat molar 34,0147 g/mol, densitas 4 g/cm3 (cair), titik cair -110C (262,15K), titik didih 150,20C (423,35K), keasaman (pKa) 11,65, viskositas 1,245cP pada suhu 200C, dengan penampakan tidak berwarna dan tidak berbau. H2O2 adalah oksidan yang lebih kuat dari klorin, klorin dioksida dan kalium permanganat.

H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan baik dalam air. Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun.

Mayoritas pengunaan hidrogen peroksida adalah dengan memanfaatkan dan merekayasa reaksi dekomposisinya, yang intinya menghasilkan oksigen.Pada tahap produksi hidrogen peroksida, bahan stabilizer kimia biasanya ditambahkan dengan maksud untuk menghambat laju dekomposisinya.Termasuk dekomposisi yang terjadi selama produk hidrogen peroksida dalam penyimpanan.Selain menghasilkan oksigen, reaksi dekomposisi hidrogen peroksida juga menghasilkan air (H2O) dan panas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi dekomposisi hidrogen peroksida adalah:

  1. Bahan organik tertentu, seperti alkohol dan bensin
    2. Peningkatan Kontaminasi pada Katalis, seperti Pd, Fe, Cu, Ni, Cr, Pb, Mn
    3. Temperatur, laju reaksi dekomposisi hidrogen peroksida naik sebesar 2.2 x setiap kenaikan 10oC (dalam range temperatur 20- 100oC)
    4. Permukaan container yang tidak rata (active surface)
    5. Padatan yang tersuspensi, seperti partikel debu atau pengotor lainnya
    6. Makin tinggi pH (makin basa) laju dekomposisi semakin tinggi (khususnya pada pH>6-8)
    7. Radiasi, terutama radiasi dari sinar dengan panjang gelombang yang pendek

Pembebasan oksigen dan energi dalam dekomposisi ini memiliki efek berbahaya. H2O2 konsentrasi tinggi dengan jumlah banyak bila kontak dengan bahan yang mudah terbakar dapat langsung terbakar dipicu oleh oksigen yang dilepaskan.

Konsentrasi

Konsentrasi H2O2 adalah: 1) 3-3,5% (kadar farmasi) sediaan dengan konsentrasi ini banyak dijual di apotek, toko obat dan supermarket. Sediaan ini mengandung sejumlah stabilisator, seperti asetanilid, fenol, natrium stanat dan tetranatrium fosfat yang bersifat toksik, sehingga tidak direkomendasikan untuk pemakaian dalam tubuh; 2) 6% (kadar kecantikan) banyak digunakan di salon kecantikan sebagai pelarut zat warna rambut. Tidak direkomendasikan untuk pemakaian dalam tubuh; 3) 30% (kadar regen) digunakan dalam percobaan di laboratorium dan biasanya mengandung stabilisator; 4) 30-32% (kadar elektronik) digunakan untuk membersihkan komponen elektronik; 5) 35% (kadar teknik) biasa digunakan bersama dengan fosfor untuk menetralisir klorin dalam air; 6) 35% (kadar makanan) digunakan dalam produk makanan seperti keju dan telur. Juga terdapat dalam lapisan kertas alumunium pembungkus aseptik untuk makanan, seperti produk jus buah dan susu. Ini merupakan kadar yang direkomendasi untuk pemakaian dalam tubuh; 7) 90% digunakan sebagai sumber oksigen dalam bahan bakar roket.

Menurut code of federal regulation, konsentrasi H2O2 terbagi atas: 1) <8% tidak berbahaya. Digunakan sebagai baking soda pasta gigi, sterilisasi kontak lens, deterjen dan lain-lain; 2) 8-27,5%,Oxidizer class-1 (bahaya terbakar); 3) 27,5–52%, Oxidizer class-2, corrosive (bahaya terhadap kesehatan, yaitu dapat membakar kulit/jaringan), unstable/reactive class-1 (bahaya ledakan); 4) 52-91%, Oxidizer class-3, corrosive and unstable/reactive class-3; 5) >91%, Oxidizer class-4, corrosive and unstable/reactive class-4.6.

Efek yang merugikan

H2O2 adalah suatu senyawa yang iritan terhadap mata, membran mukosa dan kulit. Pemaparan singkat pada mata dapat mengakibatkan rasa perih dan mata berair, walaupun dengan konsentrasi 1-3%. Kontak kulit akan menyebabkan pemutihan kulit sementara. Inhalasi pada kadar yang tinggi akan menyebabkan iritasi yang berat pada hidung dan saluran napas. Bila tertelan, maka akan terjadi iritasi sampai kerusakan berat pada saluran cerna. Keracunan sistemik akan menyebabkan sakit kepala, pusing, muntah, diare, tremor, mati rasa, kejang, edema paru, kehilangan kesadaran sampai syok.

Rute paparan

Paparan jangka pendek

Terhirup

Tidak diharapkan berbahaya jika dalam konsentrasi pemakaian. Sedikit berbahaya terhadap paru-paru. Menghirup kabut semprotan (35%) dapat menghasilkan iritasi saluran pernafasan pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru yang parah, ditandai dengan batuk, tersedak, atau sesak. Pada kasus yang parah, eksposur dapat mengakibatkan edema paru dan kematian.

Kontak dengan kulit

Korosif dan iritatif (hidrogen peroksida 35%) dapat mengakibatkan luka bakar dan rasa sakit menyengat atau gejala peradangan seperti gatal-gatal dan scaling

Kontak dengan mata

Dapat menimbulkan peradangan pada mata dan kemerahan. Bentuk cair atau semprotan kabut dapat menghasilkan kerusakan jaringan terutama pada selaput lendir mata (2). Dapat menyebabkan penglihatan kabur hingga kerusakan jaringan permanen hingga kebutaan.

Tertelan

Pada konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan iritasi dan lecet pada mulut, tenggorokan dan abdomen. Dapat menimbulkan nyeri perut, muntah, dan diare.. Perut kembung (karena membebaskan oksigen dengan cepat), dan risiko perforasi lambung, kejang, edema paru, koma, mungkin edema serebral (retensi cairan pada otak), dan kematian.

Paparan jangka panjang

Substansi bersifat toksik terhadap paru-paru, selaput lendir. Berulang kali atau paparan substansi dapat merusak organ target.

Cara penyimpanan

H2O2 sebaiknya disimpan dalam ruangan dingin, kering, dengan ventilasi yang baik, dan dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Tempat penyimpanan seharusnya terbuat dari bahan yang tidak bereaksi, seperti stainless steel, kaca, beberapa jenis plastik dan campuran aluminium yang berwarna gelap.

Hidrogen peroksida dan reactive oxygen species (ROS)

H2O2 dengan ion oksigen dan radikal bebas termasuk dalam reactive oxygen species (ROS). ROS adalah produk metabolisme oksigen dalam tubuh normal yang bersifat sangat reaktif, yang disebut radikal bebas adalah radikal superoksid (O2), radikal hidroksil, (OH) dan radikal hidroperoksil (HO2). H2O2 sendiri bukan suatu radikal bebas.4 Nilai produksi dan pembersihan ROS berada dalam keadaan seimbang pada tubuh yang sehat. Bila ada penambahan oksidan eksogen seperti asap rokok, polusi udara, sinar ultraviolet, radiasi, obat seperti cisplatin danaminoglikosida, atau asupan kalori yang berlebihan, maka keseimbangan ini akan bergeser ke arah pembentukan ROS yang lebih banyak.5

Efek berbahaya dari ROS adalah kerusakan deoxyribonucleic acid (DNA), oksidasipolyunsaturated fatty acid lemak atau peroksidasi lipid, dan oksidasi asam amino protein yang berujung pada kematian sel.4,8

H2O2 secara elektris mempunyai sifat netral, sehingga tidak dihambat saat berdifusi melewati membran sel. Masa hidup H2O2 in vivo sangat singkat, yaitu dalam waktu milidetik. Kestabilannya dipengaruhi oleh pH dalam lingkungan oksidasi seperti ekstraseluler, H2O2 lebih stabil daripada dalam lingkungan reduksi seperti intraseluler.

Produksi hidrogen peroksida

Sumber utama H2O2 sel adalah mitokondria. Selama proses respirasi seluler di mitokondria, O2 akan berperan dalam pembentukan adenosine trifosfat (ATP), akan tetapi sebagian O2 akan tereduksi membentuk superoksid, O2ˉ yang reaktif. Ini diperkirakan akibat kehilangan satu elektron dalam rantai transpor elektron mitokondria. Proses ini selanjutnya akan mereduksi O2ˉ (dismutasi) lagi menjadi H2O2, dengan perantaraan enzim superoksid dismutase (SOD) dan H2O2 akan tereduksi menjadi radikal hidroksil, OH, suatu oksidan yang luar biasa reaktif. Hal ini bisa terjadi spontan, akibat pengaruh beberapa enzim atau pemaparan radiasi ionisasi. Perubahan ini lebih mudah terjadi bila adanya unsur logam seperti besi atau tembaga. Selain terbentuk dari dismutasi superoksid, ia juga terbentuk oleh glikolat oksidase dalam peroksisom.

Bakteri pun dapat menghasilkan H2O2. Penelitian oleh Seki, menyimpulkan bahwa Streptococcus pyogenes menghasilkan H2O2 dengan mengkonsumsi glukosa, melalui perantaraan tiga enzim, yaitu NADH oksidase (di sitoplasma), laktat oksidase (di membran sel) dan α-gliserofosfat oksidase. Penelitian in vivo dan in vitro, menyimpulkan bahwa H2O2 merupakan faktor virulensi yang penting untuk merusak jaringan tubuh manusia.

Selain itu H2O2 yang dihasilkan suatu bakteri dapat menghambat pertumbuhan bakteri lainnya. Pericone, menunjukkan bahwa kuman Streptococcus pneumonia yang diisolasi dari nasofaring menghasilkan H2O2, diperantarai enzim piruvat oksidase (SpxB) dalam keadaan aerob. Produk ini dapat membunuh (bakterisidal) Haemophillus influenzae, menghambat pertumbuhan (bakteriostatik) Moraxella catarrhalis dan Neisseria meningitidis. Organisme dalam mulut yang dapat dibunuh atau dihambat oleh H2O2 adalah Neisseria gonorrhea, Staphylococcus aureus danCorynebacterium diphteria.

Takoudes dan Haddad, menyatakan bahwa bakteri Streptococcus pneumonia dan netrofil yang diisolasi dari penderita otitis media akan melepaskan H2O2 yang selanjutnya akan berubah menjadi radikal bebas.

Lactobacillus di kolon dan vagina dapat menghasilkan H2O2, yang akan membunuh bakteri dan virus patogen lain. Melalui penelitian oleh Bolm,12 dilaporkan bahwa H2O2 yang dihasilkan olehStreptococcus pneumonia, Streptococcus viridans, Streptococcus group B dan C, sertaPneumonoccus dapat membunuh larva nematoda Caenorhabditis elegans.

Pemberian obat tertentu dapat merangsang pembentukan H2O2. Ciprofloxacin dapat merangsang terbentuknya ROS termasuk H2O2 dalam tubuh bakteri, yang akan menyebabkan kerusakan DNA bakteri tersebut. Hal senada disimpulkan oleh Goswami, pada penelitian mereka terhadap bakteri Escheria coli, bahwa O2ˉ dan H2O2 terlibat dalam aksi antibakterial Ciprofloxacin. Walaupun demikian, mereka belum dapat menjelaskan dengan lengkap mekanismenya.

HIDROGEN PEROKSIDA SEBAGAI SENYAWA YANG BERSAHABAT

Peran hidrogen peroksida untuk Kesehatan

Tubuh Anda menghasilkan Hidrogen peroksida untuk melawan infeksi yang harus ada untuk sistem kekebalan tubuh kita supaya berfungsi dengan benar. Sel darah putih yang dikenal sebagai Leukosit. Sebuah sub-kelas Leukosit disebut Neutrofil menghasilkan hidrogen peroksida sebagai garis pertama pertahanan terhadap racun, parasit, bakteri, virus dan jamur.

Peran hidrogen peroksida dalam jaringan tubuh manusia

H2O2 berperan pada proses luka pada pembuluh darah kecil, yang mengakibatkan peningkatan permeabilitas endotel. Hal ini menunjukkan bahwa H2O2 bersifat toksik pada endotel. Selain itu H2O2 memiliki sifat yang menguntungkan, yaitu sebagai bagian sistem pertahanan tubuh.

Hidrogen peroksida dalam jaringan tubuh manusia: 1) rongga mulut, esophagus dan lambung. H2O2 yang ada di minuman seperti teh hijau, teh hitam dan kopi instant, konsentrasinya dapat mencapai di atas 100 mikro-M dan bila tertelan, maka akan segera berdifusi ke dalam sel. H2O2terdapat pada air liur akan mengoksidasi tiosianat dengan enzim peroksidase, menghasilkan produk toksik yang akan menghambat pertumbuhan beberapa bakteri; 2) sistem respirasi. H2O2juga ditemukan dalam udara ekspirasi, terutama pada penderita penyakit paru, akibat proses fagositosis yang dilepaskan oleh makrofag alveolar dan netrofil; 3) ginjal dan saluran kencing. H2O2 dapat terdeteksi di urin dengan konsentrasi bisa mencapai 100 mikro-M. Ini diperkirakan akibat autoksidasi sel. Ada pemikiran bahwa senyawa ini terlibat dalam modulasi fungsi ginjal, namun mekanismenya belum dapat diterangkan; 4) endotel vaskuler dan sel darah sirkulasi. Beberapa studi menegaskan ditemukannya kadar yang cukup banyak dalam plasma darah. Di sini ia dapat bereaksi dengan protein heme, askorbat dan kelompok protein-SH. H2O2 dalam plasma dapat berdifusi ke dalam eritrosit, lekosit, endotel dan platelet untuk proses metabolisme; 5) mata, telah dilaporkan adanya H2O2 dalam akuos humor dan vitreus humor manusia dan binatang, yang diperkirakan berasal dari oksidasi glutation atau askorbat. Ketidakmampuan epitel lensa, retina dan jaringan lain untuk membuangnya menyebabkan terjadi akumulasi.

Peran hidrogen peroksida sebagai Antioksidan

Radikal bebas dapat dihilangkan dari lingkungan sel dengan perantaraan antioksidan. Enzim antioksidan yang ada yaitu superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase dan katalase. Antioksidan non-enzim yang ada dalam tubuh yaitu glutation, α-tokoferol (vitamin E), asam askorbat (vitamin C), β-karoten (vitamin A), albumin, bilirubin dan asam urat. Antioksidan dan enzimnya akan merubah oksidan atau radikal bebas menjadi senyawa yang aman dan kurang reaktif.

Peran Hidrogen Peroksida bagi Industri

Hidrogen peroksida bisa digunakan sebagai zat pengelantang atau bleaching agent pada industri pulp, kertas, dan tekstil. Senyawa ini juga biasa dipakai pada proses pengolahan limbah cair, industri kimia, pembuatan deterjen, makanan dan minuman, medis, serta industri elektronika (pembuatan PCB). Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh dalam industri pulp dan kertas, penggunaan hidrogen peroksida biasanya dikombinasikan dengan NaOH atau soda api. Semakin basa, maka laju dekomposisi hidrogen peroksida pun semakin tinggi. Kebutuhan industri akan hidrogen peroksida terus meningkat dari tahun ke tahun. Walaupun saat ini di Indonesia sudah terdapat beberapa pabrik penghasil hidrogen peroksida seperti PT Peroksida Indonesia Pratama, PT Degussa Peroxide Indonesia, dan PT Samator Inti Peroksida, tetapi kebutuhan di dalam negeri masih tetap harus diimpor.

Peran hidrogen peroksida untuk memutihkan Pakaian dan menghilangkan noda darah

Tambahkan secangkir Peroksida untuk pakaian putih dalam cucian Anda untuk memutihkannya. Peroksida berperan besar untuk menyingkirkan noda darah pada pakaian dan karpet. Jika ada darah di pakaian, hanya tuangkan langsung di tempat noda, biarkan selama sekitar satu menit, kemudian gosok dan bilas dengan air dingin. Ulangi bila perlu.

Peran hidrogen peroksida untuk Detoksifikasi Disaat Mandi

Gunakan sekitar 2 liter Hidrogen peroksida berkadar 3% dalam bak air hangat.Rendam minimal 1/2 jam, menambahkan air panas yang diperlukan untuk menjaga suhu air nyaman.

Peran hidrogen peroksida untuk menyembuhkan Jamur Kaki

Untuk menyembuhkan jamur kaki, cukup semprotkan 50/50 campuran Hidrogen peroksida dan air pada kaki (terutama jari kaki) setiap malam dan biarkan kering.

Peran hidrogen peroksida untuk Kolon atau Enema

Untuk kolon, tambahkan 1 cangkir (8 ozs.) 3% H202 kedalam 5 liter air hangat. (Jangan melebihi jumlah ini) Untuk enema, tambahkan 1 sendok makan 3% H202 untuk satu liter air suling hangat.

Peran hidrogen peroksida untuk Infeksi

Rendam infeksi atau luka dengan H2O2 3% selama lima sampai sepuluh menit beberapa kali sehari. Bahkan gangren yang tidak sembuh dengan obat apapun bisa disembuhkan dengan merendamnya dalam Hidrogen peroksida.Masukan setengah botol hidrogen peroksida di bak kamar mandi Anda untuk membantu menyingkirkan bisul, jamur atau infeksi kulit lainnya.

Peran hidrogen peroksida untuk Infeksi Tungau

Pasien yang terinfeksi oleh tungau kecil melaporkan bahwa hidrogen peroksida efektif membunuh tungau pada kulit mereka.Mereka semprotkan pada kulit mereka beberapa kali (dengan beberapa menit di antara aplikasi) dengan hasil yang luar biasa.

Peran hidrogen peroksida untuk Infeksi Sinus

Sesendok makan 3% Hidrogen peroksida ditambahkan ke 1 cangkir air non-diklorinasi dapat digunakan sebagai obat semprot hidung.Tergantung pada derajat keparahan sinus, harus di sesuaikan jumlah peroksida yang digunakan.

Peran hidrogen peroksida untuk Perawatan Luka

3% H2O2 digunakan medis untuk membersihkan luka, menghilangkan jaringan yang mati.Peroksida juga berfungsi memperlambat luka pendarahan / mengalir.

Beberapa sumber merekomendasikan perendaman infeksi atau luka selama lima sampai sepuluh menit beberapa kali sehari. Namun, mencuci dan membilas luka sebenarnya sudah cukup.Jangan meninggalkan larutan H2O2 pada jaringan terbuka untuk waktu yang lama, Hidrogen peroksida menyebabkan kerusakan ringan pada jaringan di luka terbuka.Oleh karena itu penting untuk menggunakannya dengan hati-hati.

Peran hidrogen peroksida untuk Kumur / Perawatan Gigi

Penyembuhan : Ambil sebanyak 1 cup (cup kecil yang disertakan dengan botol) dan tahan di mulut Anda selama 10 menit setiap hari, kemudian meludahkannya. Anda tidak akan memiliki sariawan dan gigi Anda akan lebih putih. Jika Anda memiliki sakit gigi dan tidak bisa ke dokter gigi segera, tempatkan sebanyak 1 cup 3% Hidrogen peroksida ke dalam mulut Anda dan tahan selama 10 menit beberapa kali sehari. Rasa sakit akan berkurang.

Banyak orang tidak menyadari bahwa hidrogen peroksida adalah obat kumur yang sangat efektif dan murah.Gunakan 3% H202 – menambahkan sejumput klorofil cair untuk penyedap jika diinginkan.

Peran hidrogen peroksida sebagai Pasta gigi

Gunakan baking soda dan cukup tambahkan 3% H202 untuk membuat pasta gigi.

Sikat gigi

Hanya celupkan sikat gigi Anda dalam 3% H202 dan sikat. Rendam sikat gigi Anda di Hidrogen peroksida untuk menjaga mereka bebas dari kuman.

CATATAN: Jangan menelan peroksida apapun, pastikan untuk berkumur dengan air.

Peran hidrogen peroksida sebagai Bleaching untuk Rambut

Peroksida adalah zat pemutih dan digunakan untuk meringankan warna rambut. Encerkan 3% Hidrogen peroksida dengan air (50/50) dan semprotkan pada rambut basah Anda setelah mandi dan sisir.Rambut Anda terlihat lebih alami jika rambut Anda adalah cokelat muda.Hal ini juga mencerahkan warna rambut secara bertahap sehingga tidak berubah drastis.

Lensa Kontak

Hidrogen peroksida digunakan sebagai disinfektan untuk lensa kontak tanpa perlu dibilas, karena kemampuannya untuk memecah protein yang ada pada lensa, sehingga meningkatkan kenyamanan bagi mereka yang memiliki mata sensitif.

Peran hidrogen peroksida untuk Sanitasi / Disinfektan / Pembersih

Bersihkan counter dan meja dengan hidrogen peroksida untuk membunuh kuman dan meninggalkan bau segar. Gunakan hidrogen peroksida untuk membersihkan kaca dan cermin tanpa perlu dipoles.

Dalam pencuci piring

Tambahkan 2 oz. dari 3% Hidrogen peroksida dengan rumus cuci biasa.

Peran hidrogen peroksida untuk Mencuci Sayuran

Gunakan sebagai pencuci sayuran atau merendamnya untukmembunuh bakteri dan menetralisir bahan kimia. Tambahkan 1/4 cangkir 3% H202 ke wastafel penuh air dingin. Rendam sayuran berkulit tipis (selada air, bayam dan sejenisnya) 20 menit, sayuran berkulit tebal (seperti mentimun) 30 menit. Tiriskan dan keringkan.Memperpanjang usia kesegaran sayuran.

Jika waktu adalah masalah, semprot sayuran (dan buah-buahan) dengan larutan 3%.Diamkan selama beberapa menit, bilas dan keringkan.

PERINGATAN !!!

  1. Jangan minum sejumlah besar hidrogen peroksida meskipun terdapat label ‘food grade’ pada kemasannya. Jika hendak menangani hidrogen peroksida dengan label food grade pastikan mengenakan sarung tangan karena dapat mengiritasi kulit.
  1. Larutan 35% (food grade) tidak boleh digunakan untuk obat. Jangan pernah menggunakan larutan berpotensi kuat tanpa diencerkan sesuai anjuran untuk tujuan pengobat. Larutan pekat (20-30%) mengiritasi kulit dengan kuat atau membran mukosa dan harus ditangani dengan hati-hati.
  2. Pemberian intravena: jangan menyuntikkan larutan hidrogen peroksida pada rongga tubuh yang tertutup. Suntikan intravena larutan hidrogen peroksida dapat menimbulkan inflamasi pada tempat suntikan, hemolisis akut, embolisme gas dan reaksi alergi yang membahayakan (life-threatening). Cuci kolon dengan larutan hidrogen peroksida dapat menimbulkan embolisme gas, ruptur kolon, proctitis, ulcerative colitis dan gangren pada usus halus (intestin). Jika sampai tertelan dapat mengakibatkan iritasi dan tukak pada lambung.

KESIMPULAN

Hidrogen peroksida atau H2O2 adalah suatu senyawa yang terbentuk secara alami di alam atau dapat disintesis secara kimia, dan memiliki sifat fisik dan kimia tertentu. H2O2 tersedia dalam beberapa konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi, semakin tinggi oxidizer class, corrosive danunstable/reactive class. Konsentrasi yang digunakan untuk makanan adalah 35%. H2O2 memiliki efek yang merugikan pada mata, mukosa dan kulit. Selain efek merugikan H2O2 juga memiliki banyak manfaat diantaranya untuk kesehatan, antioksidan, industri, detoksifikasi, sanitasi/ disinfektan.

Dapat disimpulkan bahwa H2O2 dapat digunakan berdasarkan konsentrasi yang diperbolehkan sesuai peruntukannya dan petunjuk penggunaannya. Untuk industri pangan, H2O2 yang digunakan harus memiliki label Food Grade (tara pangan) dan petunjuk penggunaannya adalah dengan diencerkan. Namun demikian, perlu kehati-hatian dalam penggunaan H2O2 terlebih untuk industri pangan, karena selain memiliki manfaat, H2O2 juga memiliki efek merugikan. (Cholifah, SP)

REFERENSI

http://www.h2o2.com/intro/overview.html

HYPERLINK “http://www.antarajatim.com/lihat3/berita/70205/polrestabes-surabaya-gerebek-pabrik-ketumbar-bercampur-kimia”http://www.antarajatim.com/lihat3/berita/70205/polrestabes-surabaya-gerebek-pabrik-ketumbar-bercampur-kimia

HYPERLINK “http://surabaya.tribunnews.com/2011/08/26/awas-ketumbar-beracun”http://surabaya.tribunnews.com/2011/08/26/awas-ketumbar-beracun

HYPERLINK “http://sejutamimpiku.blogspot.com/2012/11/metabolisme-hidrogen-peroksida-dan.html”http://sejutamimpiku.blogspot.com/2012/11/metabolisme-hidrogen-peroksida-dan.html

US peroxide. Introduction to hydrogen peroxide. [database on the internet]. Atlanta: c2008 – [cited 2009 Jul 15]. Available from:  HYPERLINK “http://www.h2o2.com/intro/overview.html” http://www.h2o2.com/intro/overview.html.

You must be logged in to post a comment.